Pengertian Filsafat Manusia
Filsafat
Manusia adalah cabang dari ilmu filsafat yang memencerminkan hakekat
dari manusia. Filsafat Manusia disebut juga sebagai Antropologi
Filosofis. Filsafat Manusia memiliki kedudukan yang sama dengan
cabang-cabang filsafat lainnya, seperti etika, epistemologi, kosmologi,
dan lain-lain. Tetapi Filsafat Manusia juga memiliki kedudukan yang
istimewa, karena semua persoalan filsafat itu diawali dan diakhiri
tentang pertanyaan mengenai esensi dari manusia, yang merupakan judul
utama dari pencerminan Filsafat Manusia.
Kalau
dilihat dari segi bahasa manusia disebut juga insan, yang dalam bahasa
arabnya berasal dari kata ‘nasiya’ yang mempunyai arti lupa. Dan jika
dilihat dari kata dasar ‘al-uns’ adalah berarti jinak. Kata insan
digunakan untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan
jinak, yang artinya manusia selalu berusaha menyesuaikan diri dengan
lingkungannya yang baru atau yang belum dia kenal. Manusia mempunyai
anyak kelebihan seperti berjalan diatas dua kaki, mempunyai wujud yang
sempurna, dan dikaruniai kemampuan berfikir. Kemapuan berfikir itulah
yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya yang
menentukan manusia pada hakekat manusia.
Manusia
juga mampu berkarya sehingga mereka berbeda dengan makhluk yang lain.
Karya manusia dapat dilihat dalam bukti sejarah dan psikologis keadaan
emosional dan intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Hasil karya
manusia tersebut menjadikannya sebagai makhluk yang mampu menciptakan
sejarah. Manusia juga bisa dilihat dari berbagai sisi dalam pendekatan
teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya
dengan melengkapi sisi ketuhanan/ketauhidan dikarenakan pemahaman lebih
bersifat mendasar. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih
lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya.
Hakekat
manusia selalu berkaitan dengan unsur pokok yang membentuknya, seperti
dalam pandangan monoteisme (kepercayaan atas ke-Esaan Tuhan), yang
mencari unsur pokok yang menentukan yang bersifat tunggal, yakni materi
dalam pandangan materialisme, atau unsur rohani dalam pandangan
spritualisme (keagamaan), atau dualism (konsep filsafat yang menyatakan ada dua substansi)
yang memiliki pandangan yang menetapkan adanya dua unsur pokok
sekaligus yang keduanya tidak saling meniadakan yaitu unsure materi dan
rohani, yakni pandangan pluralism (bermacam-macam paham) yang menetapkan pandangan pada adanya berbagai unsur pokok yang pada dasarnya mencerminkan unsur yang ada dalam makro kosmos (Hukum-hukum yang terlaksana di alam semesta)
atau pandangan mono dualis yang menetapkan manusia pada kesatuannya dua
unsur, atau mono pluralism yang meletakkan hakekat pada kesatuannya
semua unsur yang membentuknya. Secara pribadi, manusia tidak pernah bisa
menciptakan dirinya , akan tetapi bukan berarti bahwa ia tidak dapat
menentukan jalan hidup setelah ia dilahirkan dan eksistensinya
(menganggap kebenaaran itu bersifat relatif) dalam kehidupan dunia ini
mencapai kedewasaan dan semua kenyataan itu, akan memberikan peran serta
atas jawaban mengenai pertanyaan hakekat, kedudukan, dan perannya dalam
kehidupan yang ia hadapi.. istlah yang terkait filsafat manusia :
dulu :-psikologi filosofis
-psikolog:
sekarang :
- filsafat manusia
-antropologi filosofis
apa perlunya mempelajari filsafat manusia ?
- manusia adalah mahluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari '' yang ada ''
- manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri
Filsafat manusia adalah cabang ilmu filsafat yang membahas mengenai makna menjadi manusia.Filsafat manusia menjadikan manusia sebagai objek studinya. Dalam cabang ilmu filsafat ini manusia akan mengajukan pertanyaan mengenai diri mereka sebagai manusia. Filsafat manusia terus berkembang karena manusia adalah objek yang penuh dengan misteri.Titik tolak filsafat manusia adalah pengetahuan dan pengalaman manusia, serta dunia yang melingkupinya. Dalam sejarah ada beberapa istilah yang mendahului filsafat manusia, yaitu psikologi filsafat, psikologi rasional, eksperimental dan empiris.
Alasan Mempelajari Filsafat Manusia
Filsafat manusia perlu dipelajari karena manusia mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk menyelidiki dan menganalisis sesuatu secara mendalam. Manusia berpikir dan menganalisa banyak hal.Pada suatu titik manusia akan sampai kepada saat di mana dia akan bertanya mengenai arti keberadaannya sendiri sebagai manusia.Dengan demikian filsafat manusia mengantar manusia untuk menyelami kehidupannya sendiri, dan sangat mungkin mendapat pencerahan mengenai menjadi manusia yang lebih utuh.Dalam sejarah, manusia selalu berusaha memecahkan permasalahan pokok tentang makna dan eksistensinya yang selalu sulit memperoleh jawaban. Filsafat manusia ada untuk mendorong manusia mencari hakikatnya.Model Esensi dan Model Eksistensi
Model esensi adalah pendekatan dalam filsafat kepada suatu objek dengan cara yang abstrak.Model ini memandang manusia terlepas dari situasi dan perkembangannya.Model esensi hanya memperhatikan kodrat yang menentukan manusia sebagai manusia.Sementara itu model eksistensi adalah pendekatan dalam filsafat kepada suatu objek dengan memandangnya secara menyeluruh.Manusia dipandang secara konkret secara utuh dalam keberadaannya. Model eksistensi tidak percaya akan kodrat yang menentukan manusia.Orang yang memperlajari filsafat manusia dengan pendekatan eksistensial akan lebih menyeluruh pandangannya dibandingkan pendekatan esensialis.Manusia tanpa Tuhan
Filsafat manusia sangat dekat hubungannya dengan eksistensialisme. Nietzcsche berpandangan bahwa kebebasan manusia akan hadir jika hidup manusia tanpa Tuhan. Hidup itu sendiri merupakan "kehendak untuk berkuasa". Kelemahan manusia sering muncul karena manusia sering menyerah dengan kenyataan bahwa ada kekuasaan di luar dirinya yang lebih kuat. Salah satu yang mutlak terjadi dalam hidup manusia adalah kenyataan kesepianTujuan Filsafat Manusia
Filsafat manusia muncul berawal dari pertanyaan akan manusia. Pertanyaan-pertanyaan dalam filsafat manusia yang dapat menunjukkan tujuan filsafat manusia adalah:- Apakah dan siapakah manusia pada hakikatnya?
- Bagaimanakah kodrat manusia itu?
- Apakah sifat-sifat manusia yang unik yang membedakannya dari makhluk-mahluk yang lain?
- Bagaimanakah hubungan antara badan atau raga dengan jiwa manusia?
- Bagaimana mungkin manusia dapat bebas dan merdeka untuk melakukan segala yang dia inginkan?
- Apakah arti kepribadian seorang manusia?
wikipedia
powerpoint dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
Blognya bagus, warna ijoo" :3
BalasHapus85 yaa ;)